Kamu pernah mencoba minuman sarsaparilla yang rasanya unik dan sering dibuat versi minuman berkarbonasi? Buat penggemar minuman soda jadul, pasti sudah gak asing dengan minuman Limun Saparila yang terkenal di Jogja, minuman cap Badak, hingga root beer AW. Berbeda dengan minuman cola, rasa serta aroma minuman sarsaparilla memang memiliki ciri-khasnya tersendiri yang terkadang seperti rasa balsem.
Ternyata sarsaparilla adalah minuman obat herbal yang berasal dari akar tumbuhan asli Benua Amerika lho. Hal ini membuatnya serupa dengan asal minuman berkarbonasi lainnya seperti Coca Cola yang berasal dari tanaman Coca. Di Indonesia, minuman yang mempunyai warna ungu kecokelatan ini pernah menjadi favoritnya para raja-raja karena diklaim punya manfaat kesehatan.
Apa Itu Sarsaparilla
Sebelum menjadi bahan minuman soda limun berkarbonasi, sarsaparilla awalnya adalah minuman herbal yang berasal dari akar-akaran, seperti jamu atau tonik. Sarsaparilla adalah sari minuman dari akar tanaman merambat Smilax ornata yang berasal dari daerah tropis di benua Amerika. Tanaman dari dari genus Smilax ini umumnya dijumpai di negara Meksiko, Honduras, sampai Kepulauan Karibia seperti Jamaika.
Oleh penduduk asli Benua Amerika, akar tanaman ini sudah dimanfaatkan selama berabad-abad sebagai obat tradisional berbagai penyakit. Hal tersebut karena tanaman ini mengandung senyawa aktif seperti saponin dan flavonoid yang mempunyai berbagai khasiat. Di antaranya termasuk antiradang, antioksidan, dan antimikroba, serta dapat membantu meringankan gejala psoriasis dan nyeri sendi.
Ketika masyarakat keturunan Eropa mulai memasuki benua Amerika, mereka mulai berkreasi dengan minuman herbal ini. Tren penciptaan minuman bersoda seperti Cola yang juga awalnya diperuntukkan sebagai obat, turut mempengaruhi cara pembuatan sarsaparilla. Minuman sarsaparilla juga akhirnya dibuat versi tambahan soda dengan pemanis agar lebih mudah diminum sebagai minuman ringan dalam kemasan.


0 Komentar