agarurung adalah kuliner olahan ikan khas Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan, yang diawetkan dengan cara dikeringkan atau diasap. Makanan ini merupakan warisan budaya takbenda Indonesia yang memiliki cita rasa gurih dan aroma asap yang khas, terbuat dari bumbu seperti cabai merah, bawang merah, asam jawa, garam, dan gula, serta biasanya disajikan dengan nasi hangat.
Sejarah dan Asal-usul
- Sagarurung berasal dari Desa Tanjung Kurung dan awalnya menggunakan ikan kerandang yang banyak ditemukan di Sungai Sabah.
- Seiring langkanya ikan kerandang, masyarakat setempat mulai menggunakan ikan lain seperti gabus, nila, toman, dan patin.
- Proses pengawetan ikan dengan cara diasingkan awalnya dilakukan untuk membuat ikan tahan lama, namun kemudian berkembang menjadi hidangan kuliner dengan cita rasa unik.
Ciri Khas
- Rasa: Gurih dengan aroma asap yang meresap ke dalam daging ikan.
- Proses Pembuatan: Ikan dibersihkan, dibumbui dengan campuran cabai merah, bawang merah, asam jawa, dan rempah lainnya, lalu diasap selama beberapa jam hingga kering.
- Tampilan: Menyerupai ikan asap atau salai, tetapi dengan bumbu marinasi yang khas dan rasa yang lebih beragam.
Pentingnya dalam Budaya Lokal
- Sagarurung telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda Indonesia pada tahun 2021.
- Pemerintah Kabupaten PALI rutin menggelar festival sagarurung untuk melestarikan dan mempromosikan kuliner khas ini.
- Ikan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas dan budaya masyarakat Kabupaten PALI.
Penyajian dan Oleh-oleh


0 Komentar